- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
bulbul
RANGKUMAN BAB 3
Bab 3
Jenis - Jenis Kabel Fiber Optik
A. Karakteristik Kabel Fiber Optik
Komunikasi fiber optik telah memberikan dampak yang besar terhadap berbagai segi pengiriman data informasi, mulai dari lingkup Local Area Networks (LAN) sampai telekomunikasi antar benua. Fiber optik sebagai suatu media transmisi yang pemakaiannya sedang berkembang pesat. Hal ini karena media fiber optik memiliki keunggulan yang signifikan di banding media transmisi kawat konvensional. Secara umum komunikasi fiber optik di awali dengan data yang akan di kirimkan dapat berupa analog atau digital.
1. karakteristik Kabel Fiber Optik
Media transmisi dibagi menjadi dua yaitu terarah (guided/wireline) dan tidak terarah (unguided/wireless) atau nirkabel. Media transmisi terarah merupakan gelombang elektromagnetik yang di pandu secara fisik, sedangkan media transmisi elektromagnetik tanpa dipandu, misalnya perambatan melalui udara, ruang hampa, dan air laut. Beberapa karakteristik kabel serat optik secara khusus, antara lain sebagai berikut.
1. Ukuran kecil
Diameter luar serat optik berkisar antara 100-250 pm. Diameter maksimum setelah dilapisi/dibungkus dengan plastik/nilon sebagai jaket menjadi ± 1 mm. Ukuran ini masih sangat kecil dibandingkan dengan konduktor kabel coaxial (1-10mm).
2. Ringan
Dibandingkan dengan kabel transmisi biasa (Spesifigravity 9.8) maka specifigravity bahan silika sebagai serat optik yaitu 2.2, sehingga beratnya menjadi 1/2-1/3 berat kabel transmisi biasa.
3. Lentur
Pada umumnya, serat optik tidak akan patah bila dilengkungkan dengan radius 5mm. Oleh karenanya kabel serat optik memiliki kelenturan yang sama dengan kabel transmisi biasa, sehingga teknis pemasangannya tidak jauh berbeda dengan teknik pemasangan kabel biasa.
4. Tidak berkarat
Bahan silika sebagai bahan dasar serat optik memiliki sifat kimia yang sangat stabil oleh karenanya tidak mungkin berkarat.
5. Rugi-rugi rendah
Serat optik dengan bahan silika memiliki rugi-rugi transmisi rendah, besarnya berkisar 2-8 dB/km dengan panjang gelombang 830 nm. Dibandingkan dengan kabel coaksial yang memiliki rugi-rugi transmisi sebesar 19 dB/km pada frekuensi 60 Mhz.
6. Kapasitas tinggi
Kapasitas dalam menyalurkan informasi per cross section area sangat besar di samping memiliki bandwidth yang lebar (Broadband). Sebagai contoh: Kapasitas penyaluran per cross section area 100 x dibandingkan dengan multi pair cable dan 10 x dibandingkan dengan coaxial cable.
7. Bebas induksi
Serat optik menggunakan bahan dasar silika yang pada dasamya merupakan bahan dielektrik yang sangat baik dan kebal terhadap induksi elektromagnet dan juga terhadap kilat/petir.
8. Cross Talk Rendah
Kemungkinan terjadinya kebocoran sinar antarserat optik sangat kecil, demikian pula kebocoran akibat masuknya sinar dari luar kemudian ikut merambat dalam serat optik
9. Tahan Temperatur Tinggi
Bahan silika memiliki titik leleh ± 1900° C dan ini sangat jauh di atas titik leleh copper dan plastik. Sangat ideal bila digunakan sebagai sarana komunikasi pada daerah yang rawan terhadap temperatur tinggi.
10. Tidak Menimbulkan Bunga Api
Pada titik sambung tidak mungkin terjadi bunga api (discharge), oleh karenanya sangat ideal bila digunakan pada tempat-tempat yang peka terhadap ledakan/kebakaran
11. Tidak dapat dicabangkan
Serat optik memiliki ukuran sangat kecil/sangat tipis. Oleh karenanya sangat sulit bahkan tidak mungkin untuk dicabangkan. Bila harus dicabangkan, maka harus dilakukan perubahan terlebih dahulu dari sinyal optik ke sinyal elektrik. Tidak menggunakan bahan tembaga
12. Bahan Silika
Serat optik menggunakan bahan silica yang tidak mengandung unsur logam bahkan serat optik yang menggunakan Multicomponent Glass sebagai unsur campuran logam (copper) sangat kecil. Tembaga hanya digunakan sebagai pelapis pelidung pada kabel fiber optik untuk komunikasi kabel laut dan sebagai lewatnya arus DC untuk mencatu tegangan pada repeater- repeater di bawah laut
13. Rapuh
Meskipun rapuh, namun masih memiliki daya peregangan kurang lebih sebesar 5% untuk menghindarkan kerusakan serat optik pada waktu pemasangan/penarikan, maka pada waktu disusun menjadi kabel optik diberi penguat.
Selain itu, beberapa karakteristik kabel jaringan fiber optik secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Bagian dalam kabel jaringan fiber optik terdiri dari inti yang terbuat dari serat kaca dan diselubungi oleh beberapa lapisan yang bersifat sebagai pelindung pada setiap lapisan dengan fungsi masing-masing.
b. Konektor yang umum digunakan untuk kabel jaringan fiber optik adalah konektor ST. tetapi di masa sekarang konektor tersebut telah digantikan konektor SC sebagai pasangan kabel jaringan fiber optik.
c. Kecepatan transfer data yang mampu dilakukan kabel fiber optik minimal 100 Mbps bahkan mampu mencapai 1000 Mbps.
d. Biaya rata-rata pernode cukup mahal.
e. Diameter kabel jaringan fiber optik dan dan ukuran konektornya relatif kecil, sehingga fleksibel dalam proses instalasi
f. Panjang kabel jaringan fiber optik sangat panjang hingga mencapai 2 km hingga mampu mengalahkan kabel jaringan lainnya, seperti Coaxial dan Twisted Pair.
A. Kelebihan
Kelebihan kabel jaringan fiber optik, antara lain sebagai berikut.
1) Kabel jaringan fiber optik dapat beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam membawa informasi atau data, bahkan lebih tinggi dibanding kabel jaringan Coaxial ataupun kabel Twisted Pair. Kecepatan transfer datanya bahkan dapat mencapai 1000 Mbps.
2) Bandwith kabel jaringan fiber optik tidak perlu diragukan lagi karena mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar (bisa tembus 1 gigabite per detik).
3) Kabel jaringan fiber optik dapat mengirim sinyal lebih jauh dibanding kabel jaringan jenis lainnya, bahkan tanpa memerlukan perangkat penguat sinyal seperti repeater atau lainnya. Kalaupun dibutuhkan, penguat sinyal tidak perlu dipasang setiap 5 km seperti kabel-kabel jaringan lainnya, melainkan cukup dipasang setiap 20 km saja.
4) Material yang dipakai untuk membuat kabel jaringan fiber optik memiliki keunggulan untuk bisa bertahan pada banyak gangguan, seperti kelembapan udara dan cahaya (panas). Dengan begitu, maka dapat disimpulkan bahwa kabel fiber optik relatif awet karena tidak gampang rusak.
5) Kemampuan kabel jaringan fiber optik yang tahan lama dan tidak gampang rusak membuatnya jadi lebih efisien dibanding kabel jaringan lainnya, karena biaya perawatan pun jadi kian murah.
6) Tak berbeda jauh dengan kabel jaringan STP, kabel jaringan fiber optik juga kuat terhadap interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekitar kabel.
7) Kabel jaringan fiber optik terdiri dari berbagai macam jenis yang dapat menjadi opsi untuk menyesuaikan dengan lokasi instalasinya. Mulai dan instalasi di dalam gedung, di bawah tanah hingga di dalam air, semuanya tersedia dengan kriteria dan karakteristik yang berbeda-beda.
8) Oleh karena bukan mengirim sinyal listrik melainkan gelombang cahaya, kabel jaringan fiber optik mampu mengatasi masalah gangguan gelombang frekuensi bahan elektrik. Dengan begitu, maka kabel jaringan jenis ini sangat ideal untuk digunakan pada kawasan yang dikelilingi gelombang frekuensi cukup tinggi.
9) Diameter kabel jaringan fiber optik yang relatif kecil dan tipis, ditambah lagi dengan bobotnya yang ringan membuat proses instalasi kabel fiber optik relatif mudah karena bersifat fleksibel.
10) Berbeda dengan kabel jaringan lainnya yang berpotensi menyebabkan terjadinya korsleting atau kebakaran, khusus pada kabel fiber optik. Hal itu tidak akan terjadi karena menggunakan bahan dasar serat kaca yang aman dan tidak mudah terbakar karena tidak mengalirkan listrik.
11) Berbeda dengan kabel jaringan UTP dan STP yang masih menimbulkan kemungkinan terjadnya penyadapan. Hal ini tidak berlaku pada kabel jaringan fiber optik, karena dapat meneruskan data tanpa ada distorsi atau gangguan.
12) Kabel jaringan fiber optik mudah di-upgrade bahkan tanpa perlu mengubah sistem kabel yang ada.
B. Kekurangan
Kekurangan kabel jaringan fiber optik, antara lain sebagai berikut.
1) Harga kabel jaringan fiber optik masih terlalu mahal, terutama jika dibandingkan dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel UTP yang terkenal murah meriah.
2) Dalam proses instalasi kabel jaringa fiber optik diperlukan beberapa alat khusus berupa perangkat elektronik yang untuk saat ini memang masih sangat mahal. Alhasil tidak semua orang bisa ataupun mau menggunakan kabel ini sebagai media pendukung dalam instalasi sebuah jaringan komputer.
3) Dalam proses pengiriman sinyal, karena harus dilakukan perubahan sinyal listrik ke sinyal optik terlebih dahulu maka kabel jaringan fiber optik menurut adanya sumber cahaya yang kuat untuk melakukan penyinalan seperti alat pembangkit listrik eksternal.
4) Jika rusak, perbaikan instalasi kabel jaringan fiber optik yang kompleks memerlukan tenaga yang ahli di bidang ini.
5) Kabel jaringan fiber optik ditakutkan bisa menyerap hidrogen, sehingga dapat menyebabkan loss data.
6) Mengingat kabel jaringan fiber optik menggunakan gelombang cahaya untuk mentransmisikan data, maka kabel jaringan jenis ini tidak dapat diinstal dalam jalur yang berbelok secara tajam atau menyudut. Jika terpaksa harus berbelok, maka harus dibuat belokan yang melengkung.
2. Kapasitas Kabel, KodeWarna, dan Pelabelan Kabel Fiber Optik
Serat optik sebagai salah satu saluran trasmisi atau sejenis kabel terbuatdari kaca atau fiber yang sangat halus bahkan lebih kecil daripada sehelai rambutdan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ketempat lain. Dalam aplikasinya kabel serat optik biasanya diselubungi oleh lapisanresin disebut jacket yang berbahan plastik.
3. Karakteristik Jenis Kabel Multimode
Fiber optik multimode merupakan jenis kabel fiber optik yang memiliki inti ataucore yang lebih besar dengan ukuran kira-kira 62.5 micron. Dengan menggunakankabel fiber optik berjenis multi mode, maka data yang akan ditransmisikan melaluipulsa cahaya akan bekerja dengan cara saling memantul ke dinding-dinding intiatau core. Pulsa cahaya pada multi mode fiber optik ini ditembakkan denganpanjang gelombang 850 hingga 1300 nM.
4.Fiber optik dengan single mode
ini umumnya banyak digunakan pada jaringankomputer yang memiliki jarak jangkauan yang jauh, dengan kapasitas bandwithyang lebih besar, dan juga coverage area yang mencai puluhan kilometer. Singlemode fiber optik memiliki inti atau core lebih kecil dengan posisi lurus tanpa terlilitsatu sama lain. Fiber optik dengan single mode ini dapat mentransmisikan paketdata melalui pulsa cahaya dengan cara langsung melewati inti secara lurus tanpamelalui proses memantul ke dinting inti atau core. Pulsa cahaya pada single modefiber optik ini ditembakkan dengan panjang gelombang hingga 1310 hingga 1550nm.
B. Jenis Konstruksi Kabel Fiber Optic
Perkembangan teknologi serat optik makin pesat, sehingga menghasilkanpelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Ditunjang dengan lebarjalur (bandwidth) yang makin besar, sehingga kemampuan dalam mentransmisikandata menjadi lebih banyak dan cepat dibandingkan penggunaan kabel konvensional.Dengan demikian, serat optik sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistemtelekomunikasi. Pada prinsipnya, serat optik memantulkan dan membiaskan sejumlahacahaya yang merambat di dalamnya. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurniandari bahan penyusun gelas/kaca. Makin murni bahan gelas, maka makin sedikit cahayayang diserap oleh serat optik. Kabel tanah dengan Duct (Duct Cables) adalah kabel yang diletakkan ataudigelar di bawah permukaan tanah dan harus memenuhi standar dari ITU-T serieG dan Standar Nasional seri STEL-K. Metode pemasangannya dengan cara galianterbuka (open trench) ataupun boring rojok (manual borring). Kabel duct padalumumnya tidak menggunakan lapisan armouring yang terbuat dari lilitan baja atauselubung aluminium. Hal tersebut karena sudah mendapat pengamanan dari pipaPVC dan lapisan cor beton. Sambungan dan penarikan dilakukan melalui manhole.Manhole sebagai salah satu sarana yang digunakan untuk instalasi kabel ductyang dipasang dengan jarak setiap 250 meter. Fungsi dari Manhole di antaranyatempat sambungan kabel duct, tempat penarikan untuk penggelaran kabel duct,tempat pemeliharaan kabel duct, dan tempat percabangan jalur pada kabel duct.Beberapa ketentuan operasional manhole, antara lain sebagai berikut.
a. Pipa duct yang telah terpakai celah-celahnya diisi dengan busa seal untukmencegah air masuk sepanjang pipa duct.
b. Lubang Pipa duct di MH yang belum terpakai harus ditutup rubber stopper.c. Jika terdapat air dalam Manhole harus di kuras/dipompa keluar untuk menjagasupaya accesories Manhole tidak mudah rusak atau sambungan kemasukan udara.
d. Dinding Manhole dicat antilumut agar tembok tetap terjaga dengan baik.
2. Jenis Konstruksi Direct Buried Cable
Kabel tanah tanam langsung (Direct Buried Cables) identik dengan kabel yangdigelar di bawah tanah (underground) dengan menggunakan pelindung pipa PVC berdiameter 4"-5" dan dilapisi dengan cor beton. Metode yang digunakan dengansistem galian terbuka (open trench) kabel digelar langsung tanpa menggunakanduct/subduct. Jacketing kabel ini didesain lebih tebal dibandingkan kabel duct.Pemasangan penggelaran kabel tanah tanam langsung dapat dilakukan di bahujalan dan di trotoar, melintas jalan raya, melintas parit, melitas sungai, bahkanpemasangan dapat melintas pada rel atau jalan toll.
3. Jenis Konstruksi Aerial Cable
Kabel udara (aerial cables) identik dengan kabel yang ditambatkan pada tiangtelepon, di mana penambatan pada bearer kabel yang terbuat dari lilitan kawatbaja atau juga disebut messenger Wire. Jika tidak tersedia berarer, maka kabeldijepit dengan clip yang ditautkan pada tiang. Terdapat tiga jenis kabel udara,yaitu Figure 8, ADSS, dan OPGW. Kabel udara ditempatkan pada tiang telepondengan ketentuan terbuat dari tiang besi dengan panjang 7 meter, 9 meter, dan12 meter jika dipasang untuk di dalam kota. Adapun tiang beton dengan panjang12 meter dipasang untuk luar kota. Pemasangan tiang dengan cara ditanam 1/5bagian yang masuk ke dalam tanah, sedangkan untuk tiang besi dipasang pondasipenguat tiang dari adukan semen setinggi 30 cm. Dalam hal ini jarak antartiangantara 40-50 meter. Hal yang perlu dipahami adalah penempatan tiang janganmenutup akses jalan atau di depan pintu gerbang rumah. Sambungan kabel udaraditempatkan didekat tiang telepon, dengan tujuan memudahkan pemasangan danmemudahkan pemeliharaan. Di dekat sambungan biasanya diberi spare kabel(kabel cadangan) yang di-loop agar tidak terjadi gangguan bending. Hal ini jikateriadi gangguan masih terdapat sisa kabel yang dapat disambung dengan loopkabel ini panjangnya antara 4-6 meter.
4. Jenis konstruksi indoor cable
kabel fiber optik yang diimplementasikan di dalam bangunan/gedung (patchcord).
5. Jenis Konektor Fiber Optik
Penggunaan kabel ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yangdigunakan, karena mereka ada kemungkinan berbeda. Pada kabel serat ontiksambungan ujung terminal dapat disebut dengan istilah konektor. Konektor kabelfiber optik terdiri dari dua jenis-konektor model ST berbentuk lingkaran dan konektorSC berbentuk persegi. Jenis-jenis dari konektor kabel fiber optik ini tersedia dalamabeberapa bentuk yang berbeda-beda tergantung kebutuhan implementasinya, dimana biasanya memiliki tipe standar sebagai berikut.
a. FC (fiber connector)
Digunakan untuk model kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat di atur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
B. SC (Konektor Pelanggan)
Digunakan untuk model kabel single-mode, dengan sistem dicabut pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secaramanual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
C. ST (Ujung Lurus)
Bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC,sangat umum digunakan, baik untuk kabel multi mode maupun single mode,serta sangat mudah digunakan, baik dipasang maupun dicabut.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar